[curhat] Manchester United Juara Tanpa Mahkota

13 May

Minggu malam 13 Mei 2012 gw nongkrong di depan televisi dengan hati yang dag dig der menunggu siapakah yang akan menjadi juara Liga Inggris musim 2011/2012. Beberapa media lokal sudah gencar-gencar nya membahas tentang perebutan tahta Liga Inggris ini seminggu sebelumnya atau bahkan 2 minggu sebelumnya dimana dua calon juara yakni Manchester City dan Manchester United memiliki poin yang sama dan yang membedakan keduanya hanyalah selisih golnya saja. Untuk menguraikannya lebih lanjut mari kita flashback tiga minggu sebelum hari ini……..

3 Minggu yang lalu…

Bermain di Old Trafford MU yang menjamu Everton diunggulkan untuk memenangkan pertandingan. Saat itu MU masih unggul dari City dari segi poin.

Gw masih inget jalannya pertandingan malam itu tiga kata yang bisa mewakili perasaan gw saat itu: sengit, unkonsisten, dan mengejutkan. MU sempat tertinggal 1-0 dari Everton namun mereka bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lalu unggul 2-1 pada babak pertama. Di babak kedua MU menambah gol menjadi 3-1, pada saat itu gw masih bisa melihat seberkas cahaya kemenangan mengampiri MU. Everton kemudiam memperkecil selisih menjadi 3-2, dan gw masih berkata “it’s ok, fine, no problem“. Dan itu terbukti dengan dua gol berikutnya yang dilesahkan oleh para pemain MU (gw lupa siapa yang ngegolinnya), kedudukanpun menjadi 4-2. Selisih dua gol membuat gw yakin MU akan memenangkan pertandingan di tambah waktu terus berjalan. Namun, malam itu permainan para pemain belakang MU sungguh mengecewakan yang alhasilnya di 10 menit terakhir Everton berhasil mengejar ketertinggalan dan menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Peluit akhir dibunyikan…….skor tetap 4-4

Hasil pertandingan inilah yang menurut gw menjadi awal menjauhnya mahkota juara dari MU. …

2 Minggu yang lalu….

Gw kasih judul “Derby Penyerahan Mahkota Juara”. Yup, disinilah penentuan sebenarnya siapakah yang akan menjadi ‘Raja’ di akhir musim. Bahkan Sir Alex sempat berkomentar bahawa jika MU seri melawan City maka MU masih bisa menjadi juara tapi jika sampai kalah maka MU sudah kehilangan gelar tersebut.

Laga yang berlangsung di kandangnya City ini akhirnya dimenangkan oleh City. Saat itulah poin MU dan City menjadi sama dan City meng-take over MU dari klasemen pertama dengan selisih gol yang lumayan banyak. Dan saat itu pulalah gw merasa perkataan Sir Alex menjadi kenyataan yang pahit. Di depan 2 pertandingan lagi yang tersisa dan lawan keduanya pun jika dilihat di atas kertas maka bisa di prediksi jika kondisi saat ini tidak akan berubah sampai akhir kompetisi.

1 minggu lalu…

Seperti yang gw prediksikan tidak ada kejutan yang terjadi. Kondisi masih sama seperti minggu lalu. Gw sebagai fans MU sudah mulai mempersiapkan hati untuk menerima hasil akhirnya.

Malam ini 13 Mei 2012…

MU bertandang ke markas Sunderland dengan baju tandang mereka yang berwarna biru. Mungkin ini hanya sugesti gw, tapi setiap kali MU berlaga di final atau penentuan gelar juara dan mereka memakai baju tandang mereka (biru atau putih) hasilnya adalah MU gagal menjadi juara. Itulah awal pemikiran gw saat pertama kali menyalakan Tv dan bersiap menyaksikan pertandingan terakhir MU di musim ini.

City bertandang ke kandang QPR, i don’t know what happen in there but i heard some news from some twitter that their win di babak pertama dengan skor 1-0.

Back to MU….

Di babak pertama MU unggul 1-0 lewat goal Rooney dan gw pun seneng tapi dengan hati was was juga. Walau bagaimanapun di hati kecil gw, gw masih berharap MU lah yang menjadi juara namun seperti yang diketahui bersama City pun unggul sementara dengan skor 1-0. Beberapa peluang lainnya sempat tercipta namun belum bisa menambah keunggulan MU.

Half time ….MU 1-0 Sunderland & MC 1-0 QPR

Babak kedua, semangat nothing to lose itulah yang gw usung saat menonton pertandingan MU. Gw mulai menekankan ke diri gw apapun yang terjadi di pertandingan tetangga pokonya kita harus tetap menang.

Sunderland mulai menekan dan mereka sempat memberikan syok terapi ke gawangnya MU, namun MU tetap menguasai jalannya pertandingan. Saat gw memutuskan untuk mulai menulis postingan ini dan mempersiapkan hati gw sepenuhnya menerima hasil akhir apapun dan menjadikan MU juara di hati gw, tiba-tiba penonton di stadion bersorak kegirangan. Gw masih belum ngeh dengan apa yang terjadi sampai gw liat timeline di akun twitter yang mengatakan kalau City tertinggal 1-2 dari QPR. Gw yang masih belum percaya memindahkan Channel Tv gw dan ternyata emang itulah yang terjadi, City tertinggal sementara oleh QPR.

Bukannya gw tenang yang ada gw makin deg deg gan…..

Kedudukan tersebut berlangsung sampai menit ke 90′. Tambahan waktu MU 3 menit sedangkan City yang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 mendapat tambahan waktu 5 menit. Pertandingan MU telah berakhir dengan kemenangan 1-0, di pertandingan City masih menyisakan waktu 3 menit dan gol pun tercipta yang menjadikan City menang 3-2 atas QPR. Inilah yang dinamakan drama di sepakbola….

Dengan hasil itu City menjadi juara baru di Liga Primer Inggris dan MU menjadi juara tanpa mahkota. MU walaupun musim ini tidak berhasil mempertahankan gelarnya namun MU bisa keluar stadion dan menghadapi dunia dengan kepala tegak.

Itulah sepakbola, banyak hal yang tidak bisa dipastikan sampai peluit terakhir dibunyikan. Gw sedih tapi gw salut buat para pemain MU yang berjuang sampai akhir.

Incredible……the best league in the world….

see you next season…..

Leave a opinion

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: