Jenazah Kim Jing Il akan Diawetkan

16 Jan

Otoritas Korea Utara mengumumkan akan memajang jasad pemimpin mereka, Kim Jong Il, yang baru saja wafat 17 Desember 2011 lalu. Tentu saja jasad ini akan dibalsem, diawetkan, lebih dulu, dengan seluruh organnya diangkat. Tubuh yang sudah dibalsem ini kemudian akan dipajang di Kumsusan Memorial Palace, Pyongyang. Di lokasi yang sama sudah dipajang pula jasad ayah Kim Jong Il yang juga mantan pemimpin Korut, Kim Il Sung.

Tradisi mengawetkan pemimpin ini mengikuti Uni Soviet, bekas negara sponsor utama Korut di masa perang dingin di era 1980-an. Uni Soviet sempat membalsem jenazah pemimpinnya yang wafat di tahun 1924 dan jasadnya masih dipajang di Lapangan Merah, Moskow.

Prosedur pembalseman jenazah Kim Jong Il ini dilakukan oleh salah satu institusi di Moskow yang tidak disebutkan namanya. Namun, institusi ini diketahui reputasinya dalam membalsem jenazah Kim Il Sung, Lenin, pemimpin Vietnam Ho Chi Minh, pemimpin Cekoslowakia Klement Gottwal, dan Presiden Angola, Agostinho Neto.

Salah satu spesialis di institut itu sempat memberikan wawancara pada tabloid Rusia, Desember lalu. Dengan gamblang dia membeberkan proses pengambilan organ tubuh para pemimpin ini. “Pertama-tama, semua organ dalam diambil, kemudian pembuluh darah diluluhkan, dan kemudian darah diambil dari jaringan,” ujar Pavel Fomenko, nama spesialis itu.

“Jasad kemudian diletakkan di bak kaca yang penuh dengan zat pembalsem, ditutup, dan diselimuti dengan kain putih. Hingga akhirnya air sel di dalam tubuh diganti dengan cairan itu,” kata Fomenko yang juga menyebut proses ini memakan waktu enam bulan.

Kini, Fomenko dan rekan-rekannya siap membalsem tubuh Kim Jong Il. Belum disebutkan berapa biaya yang harus dikeluarkan Korut untuk pengawetan tubuh pemimpin abadinya itu. Namun, jika berkaca pada pengawetan sang ayah, Kim Il Sung, Korut saat itu harus membayar US$ 1 juta.

Tubuh Kim Il Sung saat ini disemayamkan di dalam peti kaca dan ditempatkan di lantai atas Kumsusan Palace. Di sini, para pengunjung diwajibkan membungkuk tiga kali ketika melihatnya. Namun, sebelumnya para pengunjung juga diwajibkan melewati pembersihan tubuh dari debu untuk mencegah kontaminasi.

“Well, gw kira udah dimakamin, soalnya berita terakhir yang gw dapet sih gitu ternyata mau diawetkan toh. Menurut kepercayaan gw yah kalau seseorang itu meninggal dunia maka dia akan kembali pada tjadi yah untuh soal awet mengawetkan jenazah gw pribadi kurang setuju”. (nna)

source : yahoo!

credit : liputan6.com

Leave a opinion

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: